Teknik Gambar, Menggambar Dengan Memori atau Referensi?

Soal teknik gambar, kamu suka menggambar dengan memori atau referensi? Mungkin, pertanyaan ini terkesan simple. Tapi, hal ini menjadi hal mendasar yang sering dipertanyakan oleh orang-orang termasuk para seniman.

Kadang, masih banyak perdebatan soal ini. Ada yang ingin bisa menggambar hanya berdasarkan imajinasi. Tapi, ada juga yang baru bisa menggambar dengan menemukan referensi yang cocok.

Terlepas dari caranya, menggambar dengan teknik apapun menjadi hal penting yang perlu diketahui. Soal hasil akhir, hal ini bersifat subjektif dan orang-orang memiliki penilaian tersendiri akan hal itu.

Lantas, lebih baik mana apakah menggambar dengan referensi lebih baik atau dengan imajinasi?

Referensi vs Imajinasi

Ada perbedaan yang harus diketahui. Menggambar dengan referensi membantu orang untuk menggambar sebuah objek secara real dan mendetil.

Sebagai contoh, kamu bisa menggambar singa secara detil dan menyerupai aslinya dengan melihat referensi yang ada. hal ini biasanya dibutuhkan oleh para seniman yang suka menggambar gambar model real.

Selain itu, gambar dengan referensi membantu orang untuk melihat lebih jelas mengenai detil terkecil. Karena itu, mereka bisa menciptakan sebuah gambar yang mirip dengan aslinya.

Berbeda dengan imajinasi, gambar imajinasi membantu kalian untuk menggambar dengan bebas. Kamu bebas menggambar apapun dengan menambahkan elemen apa saja yang ada didalam sana.

Salah gak sih gambar dengan refensi atau imajinasi

Seperti yang telah dijelaskan diatas, gambar dengan referensi atau imajinasi tidak menjadi sebuah kesalahan. Semua orang bebas menggambar gambar yang mereka inginkan.

Hal ini lebih mengarah kepada teknik serta tipe gambar yang mereka gambar. Jika mereka bergaya real maka, mereka harus memiliki referensi yang akan membantu mereka untuk menggambar gambar yang real dan detil.

Jika mereka bergaya bebas maka, mereka mengandalkan memori dan imajinasi mereka dalam menggambar gambar yang mereka inginkan. Tentunya, hal ini berbeda jauh dengan teknik gambar referensi yang lebih menekankan kepada detil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.